Selasa, 19 Juli 2011

MENYUSUI = EMANSIPASI WANITA


EMANSIPASI artinya adalah kemerdekaan atau pembebasan. Kata –kata ini sangat di elu-elukan oleh kaum perempuan di era sekarang, apalagi bila sudah masuk bulan april untuk memperingati Hari Kartini, tokoh emansipasi wanita. Buat sebagian orang “menyusui” adalah kegiatan yang memenjarakan aktivitasnya. Setelah melahirkan seorang ibu harus menyusui bayi nya, tidak bisa bepergian lama-lama dan meninggalkan bayi nya, menjaga asupan makanan dan minuman karena akan berpengaruh terhadap bayinya, kurang istirahat dan tidur pun tak pernah pulas karena selalu terusik tangis bayi, popok nya basah, bayi nya lapar , dll.

Perubahan yang terjadi dalam kehidupan dari seorang wanita single menjadi seorang ibu, pastinya menimbulkan sindrom tersendiri . perasaan “kebebasan” nya serasa terenggut begitu saja, hilang karena ada anak. Hal ini membutuhkan pemahaman dan pemikiran yang bijaksana, terutama dukungan dan pengertian dari keluarga apalagi suami sangat dibutuhkan.
Sebenarnya tidak ada seorangpun yang berhak memaksa seorang ibu untuk harus menyusui anaknya. Orang terdekat, suaminya sekalipun tidak boleh memaksa istrinya harus menyusui anaknya. Hanya kesadaran diri sendiri lah yang bisa menentukan mau atau tidak.
Sejak awal kehamilan tubuh ibu sudah mempersiapkan diri untuk menyusui. Serangkaian proses perubahan sudah terjadi pada payudaranya. Proses ini adalah persiapan payudara untuk menghasilkan air susu. Selama hamil, sel lemak payudara digantikan oleh jaringan kelenjar susu dan saluran susu (diameternya terus bertambah). Ini membuat payudara pun jadi membesar. Trimester kedua (usia 4 bulanan ) seluruh sistem produksi air susu dalam tubuh ibu mulai bekerja. Air susu sudah mulai diproduksi dan ditampung dalam jaringan penampung dibawah kalang payudara. Begitu bayi lahir lonjakan hormon prolaktin dalam tubuh ibu merangsang kelenjar air susu berproduksi sehingga mendesak payudara untuk mengeluarkan air susu. Ada 2 cara untuk mengeluarkan air susu secara alami, yaitu dengan menyusui langsung pada bayi atau dengan memerahnya dengan tangan.

Jika kita setuju bahwa salah satu wujud “ kemerdekaan tubuh“ itu adalah membiarkan nya berproses se alami mungkin, maka menyusui salah satu bagian dari proses “pemerdekaan tubuh “ tersebut bukan ? Menyusui adalah salah satu bentuk ‘ emansipasi fisik” para ibu, bahkan hormon prolaktin juga menumbuhkan perasaan keibuan (keinginan untuk menyusui), maka dari itu aktivitas menyusui bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk emansipasi pikiran dan perasaan ibu.

Nah ibu-ibu mari kita galakkan emansipasi perempuan yang satu ini…memberikan ASI…bisa kan !!!

Jumat, 17 Juni 2011

MERUBAH SI “PICKY EATERS” – ANAK PEMILIH MAKANAN


Istilah picky eaters mungkin masih asing di telinga kita, sebenarnya arti istilah ini adalah untuk anak-anak yang mempunyai kebiasaan suka memilih-milih makanan. Anak hanya akan makan bila ada makanan kesukaan nya dan tidak mau mencoba makanan lain. Hal ini terkadang membuat para orangtua khawatir.

Cap anak picky eaters, sebenarnya umum terjadi pada anak usia batita. Ada anak hanya mau makan dengan telur saja dan tidak suka sayuran, atau tidak mau makan nasi hanya mau minum susu saja. Kenapa anak menjadi picky eaters ? salah satu penyebabnya adalah faktor meniru kebiasaan orangtuanya. Picky eaters termasuk fase normal dalam pertumbuhan anak, semakin dia besar kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya. Kebiasaan ini memang menimbulkan rasa khawatir , tapi jangan sampai menimbulkan pemaksaan terhadap anak.

Yang harus diperhatikan justru tetap pada asupan kecukupan gizi anak. Bila berat badan anak menunjukkan kenaikan dan tidak mudah sakit berarti gizi nya cukup dan tidak perlu dikhawatirkan. Justru yang harus diwaspadai apabila nafsu makan anak mulai menurun. Kita harus mencari dulu penyebabnya, missal nya karena ada gangguan pencernaan sehingga harus diobati dulu.

Sebetulnya kebiasaan picky eaters bisa diminimalisasi dari orangtuanya sendiri. Jangan pernah berhenti untuk mencoba memberikan makanan baru pada anak. Penolakan pasti akan selalu ada di awal-awal pemberian karena anak belum terbiasa untuk mengenal rasanya. Memang dibutuhkan kesabaran dan kreatifitas orangtua untuk mencoba memberikan variasi dan beragam makanan pada anak. Pola makan yang seimbang mengharuskan makanan mengandung karbohidrat, protein, lemak, ditambah sayuran dan susu. Yang tak kalah penting adalah memberikan pendidikan gizi pada anak, tentu disesuaikan dengan bahasa yang mudah di mengerti. Contoh , bila anak rajin makan wortel maka matanya akan sehat dan cantik (bersih), bila ia makan nasi akan tumbuh kuat dan tidak mudah sakit.

TIPS UNTUK PICKY EATERS :

Orangtua jelas memegang peranan penting terhadap asupan gizi dan pola makan anak. Salah satu penyebab anak menjadi picky eaters adalah karena dia meniru kebiasaan makan orangtuanya. Ada tips yang harus diperhatikan orangtua dalam menjaga pola makan anak :
  1. Sejak usia balita kenalkan anak dengan makanan seperti sayur, buah dan jenis makanan lainnya.
  2. Status gizi anak. Bila berat badan anak terus ada peningkatan berarti gizi makanan nya terpenuhi.
  3. Mencoba memberikan makanan lain dengan suasana yang lain juga. Contoh : makan bersama dengan teman-temannya.
  4. Makanan yang tidak disukai anak, dicoba memberikannya dengan disembunyikan atau dicampur dengan makanan favorit nya.
  5. Berikan pendidikan gizi pada anak . Menjelaskan manfaat dari makanan yang ada, apalagi bila makanan tersebut dimakannya
  6. Sajikan makanan secara variatif dan menarik, misal kan memberi nya hiasan atau tempat makanan yang lucu sehingga menarik minat anak.
  7. Mencari makanan pengganti dari makanan kelompok yang sama, misal nasi diganti dengan roti.
ATURAN BUAT PICKY EATERS :
  1. Jangan mengalihkan perhatian anak. Selama makan jangan biarkan anak menonton tv atau bermain. Usahakan anak fokus dengan satu kegiatan saja.
  2. Berikan anak pujian bila ia bisa makan sendiri. Jangan gunakan makanan sebagai hadiah atau bentuk perhatian anda.
  3. Biasakan anak untuk makan tepat waktu. Berikan makanan ringan disela sebelum jam makanan yang utama.
  4. Waktu makan sebaiknya dibatasi, walaupun anak hanya menghabiskan setengah porsi atau sama sekali tak menyentuhnya.
  5. Sesuaikan porsi makan anak dengan usianya, kecuali bila anak sendiri meminta porsinya di tambah.
AJARI ETIKA MAKAN PADA ANAK
  • Kebiasaan buruk bila pada saat makan anak menghamburkan makanannya atau hanya menjadi bahan mainannya saja.
  • Banyak bicara pada saat jam makan.
  • Ajari makan selalu di meja makan
  • Bila anak tidak mematuhi aturan beri ia peringatan atau hukuman sebagai pelajaran.

Kamis, 09 Juni 2011

JIKA ANAK SUKA MENGIGAU

Pasti pernah kita temui, pada saat si kecil tidur nyenyak dia berceloteh sendiri atau terbangun tiba tiba. Inilah yang disebut mengigau . Selama itu mengigau nya wajar dan tidak sering orangtua tidak perlu khawatir. Kejadian seperti ini alami terjadi juga pada anak-anak karena pada saat mengigau tersebut menunjukkan otak nya bekerja aktif dan tengah memilah, memproses semua informasi yang diterima oleh anak. Kejadian sehari-hari yang begitu berkesan sehingga membekas dalam pikiran nya. Ini adalah bagian dari proses belajar memori sang anak.

Bila kita perhatikan dalam tidurnya sang anak suka tersenyum, meringis atau berceloteh marah kadang sampai membuat nya terbangun, itu adalah bagian emosi yang dia rasakan yang terekam dalam otaknya. Saat proses inilah otak dipenuhi oleh gambaran berbagai peristiwa yang seolah-olah nyata…yang disebut mimpi.


Dengan bertambah nya usia, anak akan paham bahwa mimpi bukan lah hal yang nyata, bila sang anak mimpi buruk rasa ketakutannya akan lambat laun sirna dengan sendirinya.

Kita sebagai orangtua tak perlu merasa cemas bila anak sering mengigau, yang harus kita lakukan justru adalah beri rasa kenyamanan dan membantu menenangkannya . banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membantu anak mengurangi ketakutannya, diantaranya:

  • Berusaha menenangkannya dan mengatakan bahwa ayah ibu nya ada di samping nya dan tak perlu merasa takut.
  • Menjelaskan bahwa yang dialaminya hanyalah mimpi dan tidak benar2 terjadi.
  • Usahakan lampu dikamar tidurnya dibuat senyaman mungkin, tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap.
  • Orangtua berusaha memberikan perlindungan pada anak dengan memberikan pelukan atau usapan tanda kasih sayang. Pura-puta melakukan kegiatan seolah-olah sedang mengusir binatang nakal atau monster yang membuat anak merasa terganggu.
  • Membantu nya kembali tidur dengan bersenandung kecil, bercerita yang indah. Apapun itu hal kecil yang membuat anak tidur kembali dan merasa nyaman.
Dan sebagai orangtua juga tetap harus berpikiran positif bahwa mengigau dan mimpi buruk hanyalah bagian dari tidur nyenyaknya dan memang salah satu proses tumbuh kembang anak.
So don’t worried, parents !!!!

 

Buku Tamu

anaQita Copyright © 2009 Community is Designed by Bie